Powered By Blogger

Selasa, 15 November 2011

KEADAAN JARINGAN KOMPUTER PACKET RADIO DI INDONESIA



Gambar 1. Topologi jaringan komputer TCP/IP & UUCP di Indonesia (May 1994).
          Tanpa diketahui oleh banyak orang, di Indonesia telah berkembangan sebuah jaringan komputer wilayah luas yang sebagian besar menggunakan keluarga protokol Transmission Control Protocol / InterNet Protocol (TCP/IP) dan sebagian kecil UUCP (Unix-to-Unix Copy Program) yang telah beroperasi selama hampir dua tahun [1][2][3]. Umumnya untuk komunikasi jarak jauh digunakan media komunikasi radio. Jaringan ini adalah jaringan komputer informal yang mempunyai nama "Paguyuban Network" dan mempunyai wilayah operasi mengkaitkan wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan terus berkembang. Beberapa usaha yang sistematis sedang dilakukan untuk membentuk wadah yang lebih formal yang sifatnya assosiasi antar lembaga yang berfungsi untuk memperjuangkan kepentingan bersama para aktifis jaringan komputer Paguyuban pada tingkat nasional. Pembentukan wadah formal harus dipikirkan masak-masak untuk tidak menambah beban birokrasi yang menghambat perkembangan jaringan komputer Paguyuban ini.
          Jaringan komputer Paguyuban saat ini beroperasi menghubungkan berbagai perguruan tinggi, seperti, UI, ITB, UGM, ITENAS, STT-Telkom, PEDC; Lembaga penelitian, seperti, LAPAN, BPPT, LIPI (Bandung & Jakarta); Lembaga-lembaga negara, seperti, kantor menteri Lingkungan Hidup, kantor menteri perindustrian, BAPPENAS, BAKOSURTANAL; Juga beberapa industri / lembaga komersial, seperti PT. USI/IBM, PT. Agung Teknik, PT. INTI, PT. LEN Industri dll. Di samping itu, cukup banyak lembaga / instansi yang sedang menyiapkan sumber daya manusianya untuk bergabung dalam jaringan komputer Paguyuban ini, antara lain, ITI, UII, IKIP Jogya, ITS, UKSW, UNIBRAW, IPTN, PUSPITEK Serpong, Univ. Petra Surabaya, ASPEK dll.
          Di samping jaringan yang sifatnya nasional, ada beberapa saluran internasional yang beroperasi, antara lain, saluran UUCP melalui PUSILKOM-UI; saluran SKDP ke Aachen University melalui BPPT (IPTEK-NET); saluran melalui satelit geostasioner ETS-V yang langsung menghubungkan Lab. Radar EL-ITB ke CRL/NASDA di Jepang; saluran melalui VITASAT (satelit berorbit rendah & polar) melalui stasiun bumi milik Pusat Penelitian Teknologi Transportasi (Prof. Dr. Iskandar Alisyahbana) yang terletak di Sukabumi / Bogor [1][2]. Untuk jelasnya mengenai topologi jaringan tulang punggung data jarak jauh dari jaringan Paguyuban dapat di lihat pada gambar (1). Media komunikasi jarak jauh yang digunakan adalah media komunikasi radio karena media ini memungkinkan untuk membangun jaringan dalam wilayah luas dengan biaya operasional sekecil mungkin. Sebagian besar peralatan maupun perangkat lunaknya sudah mulai dapat diproduksi sendiri di Indonesia. Bahkan perangkat lunaknya dapat diperoleh secara cuma-cuma (gratis) dari para aktifis jaringan komputer Paguyuban. Pada operasi sebenarnya, jaringan tulang punggung ini dihubungkan pada berbagai Local Area Network (LAN) yang beroperasi di berbagai instansi di dikaitkan. Sehingga total pemakai jaringan itu sendiri sangat besar.
Gambar 2. Kondisi jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio di ITB
          Pada saat makalah ini ditulis (May 1994), dalam lingkungan ITB sendiri sudah cukup banyak unit yang terkait, antara lain, beberapa lab. di lingkungan EL-ITB, PAU-ME-ITB, TI-ITB, ARC-ITB, HME-ITB, PEDC-ITB, GAMAIS-SALMAN, PPLH-ITB, PIKSI-ITB, IF-ITB, FI-ITB. Yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengkaitkan diri ke jaringan Paguyuban ini, antara lain, IDC-ITB, PUSTENA-SALMAN, POLBAN-ITB. Kegiatan pengembangan yang dilakukan di ITB sifatnya sangat informal dan dimotori secara langsung oleh staf-staf di PAU Mikroelektronika dan Jurusan Teknik Elektro ITB. Gambaran umum jaringan komputer di ITB yang umumnya berbasis packet radio diperlihatkan pada Gambar (2).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar